THE HOUSE!

Pertama gue mau penthouse apartment di Upper East Side, New York. Yang pasti deket ama toko macemnya Bergdorf Goodman, Barneys New York, dll, dsb. Katanya penthouse apartment disitu bisa nyampe $100 millions loh.

Terus gue mau punya castle di Eropa, yang jaman Victoria gitu deh (Ratu Victoria, bukan Victoria's Secret). Perabotannya mesti mengikuti eranya, mau gothic kek, renaissance kek, apalah. Ato bisa juga kek fairy tale. Agak-agak surreal-ish sih.

dan dilengkapi dengan panorama yang benar-benar....stunning!

Bagus yah? Itu di Neuschwanstein Castle, Germany dengan pemandangan pegunungan Alpen dan danau Alpsee. Kayak fantasy abis!

Terus yang terakhir adalah estate di Inggris. Yang gede ama tua gitu. Perabotannya aristocratic dan klasik, mencerminkan upper class Inggris yang berpendidikan dan berkelas.
THE VEHICLES!

Gue mau private jet biar bisa pergi keliling dunia gampang.

Terus ada yacht biar bisa pesta sekeluarga besar beserta temen-temen di Kepulauan Karibia

Maybach 62 dengan panjang 6,2 meter, buat acara khusus VIP

Ato Rolls-Royce Phantom, bisa juga sih.

Mercedes-Benz S600, buat sehari-hari

Cadillac Escalade, buat keluarga, ato...

Range Rover!

And I'll have this for the weekends! Nissan GT-R!
SHOPPING!

Barneys New York! bakal jadi langganan gue. Kali aja ada diskon buat gue :D
HOLIDAYS!

New York! sudah pasti tujuan gue. Gue ngga tau kenapa jatuh cinta kepada kota ini, terutama 5th Ave dan Upper East Side.

Rome, karena gue seneng kota tua kek gitu.

Paris!, untuk melanjutkan tradisi keluarga gue yang seneng banget ke sini.

Bavaria! karena panorama dan Oktoberfest yang spektakuler.

London!, karena busnya lucu ama gue pengen gangguin penjaga yang make baju merah itu.
Yak, itu mimpi gue, yang ngga bakal mungkin terjadi kecuali ada mukjizat dari Tuhan yang buat keluarga gue mendadak kaya, dan gue mendadak nouveau riche. Oh iya, puisi yang gue buat kek gini bunyinya:
Aku ada, tetapi juga tiada
Aku disini, tetapi juga tidak disini
Aku terjebak di antara kenyataan dan mimpi-mimpi
dalam dimensi yang hilang
seperti bintang yang meredup
dalam galaksi yang terlupakan
terjun bebas ke dalam fatamorgana impian
kegilaan dalam mimpi buruk
yang menjerat emosi-emosi
dalam jaring-jaring kehidupan
yang diuntai dari benang-benang takdir
Aku ingin melihat kelanjutan mimpiku
diselimuti kain sutra euforia
akan fantasi yang tidak dapat diraih
ketika Aku melangkah semakin jauh
ke dalam kehidupan fana ini
di jalan setapak takdir yang berliku-liku
Aneh ya? Tiba-tiba kata-katanya dateng sendiri ke gue pas gue lagi setengah tidur di pemantapan Bahasa Indonesia.
No comments:
Post a Comment