Monday, August 2, 2010

B. Indo!

Jadi minggu ini gue ada beberapa tugas B. Indo, satu suruh bikin narasi dengan 4 kata ulang ama satu lagi bebas apa aja, buat Curriculum Fair gitu deh. Nah, ini sebenernya bikin simpel aja, cuman emang dasar gue (sok) artistik, akhirnya ribet semua deh -__- Karena gue juga (sok) ngerasa bahwa itu (dalam pandangan gue) hasilnya not bad, yaudah gue taroh aja sini.


Balada Sebuah Mimpi

By: Yossa Lukman

Aku, sebuah nama, kata untuk diriku sendiri. Tetapi, siapakah aku itu?Aku terdiam. Sebuah jalan setapak terletak di pandangan mataku. Dimanakah aku ini? Ingatan, memoriku tidak ada. Sebuah suara memanggilku. "Apakah kau ingin mencari kebenaran?" Bisikan-bisikan menyuruhku maju. Jalan setapak itu seakan menarikku. Kabut-kabut tebal menghalangi pandangan. Ironis. Seakan menyelimuti kebenaran yang memang kucari. "Siapakah aku?" Dan mulailah aku berjalan dengan ketidakpastian ke arah yang tidak jelas.
Kupu-kupu merah, tangan-tangan yang menggapai-gapai, seakan mencoba menggenggam kebenaran yang memang diagungkan itu. Apakah arti semua ini? Sebuah sosok berdiri di tengah kabut. Jubah panjangnya melambai-lambai. Siapakah dia? Sebuah suara kembali terdengar. "Apa yang kau cari?" Suara sama, berasal dari sosok itu. Aku berlari ke arahnya, tetapi kabut semakin menebal.
"Sebuah pertanyaan klasik. Leluhurmu juga menanyakan itu. Siapakah aku?" Ia seperti tahu pikiranku. "Kau mencari keping-keping dirimu." Suara itu seperti berasal dari tiap penjuru. Sosok itu tidak terlihat. "Siapa kamu?! Apa maumu?!" aku berteriak.
"Tidakkah kau mengerti? Akulah dirimu. Sesuatu atau tepatnya yang kau cari."
"Tidak mungkin!" Sosok itu tiba-tiba muncul didepanku. Ia berjalan ke arahku. Aku terdiam. Wajahnya menjadi jelas. Aku menatap... diriku sendiri. Apakah ini mimpi? Tetapi ini begitu nyata. Ada yang aneh. Mata orang itu... diriku berwarna emas. Menyala didalam kabut. Seakan menatap langsung kedalam jiwaku. "Kau tidak akan memahami kebenaran! Hidupmu lebih baik diselimuti kebohongan! Itu adalah cara yang lebih baik untuk hidup." Seketika pandanganku menjadi gelap. Aku merasa tidak ingin terbangun. Mungkin dunia lebih baik diselimuti kebohongan.


XX


**Ya gitulah hasilnya, dimana harusnya narasi simple malah jadi semacam cerpen gak jadi gini -__- dan kata ulangnya gak terlalu gue perhatiin sih**

Inilah puisi fail saia! (malah bangga, padahal masih untitled gini)

Detak-detak cinta dibayangi oleh mimpi
Jangan khawatir karena Kau tidak sendirian
Hanya hari-hari yang berjalan tanpa malam
Air mata masih jatuh
Dia berkata, "Aku sendiri yang harus pergi"
Aku berkata, "Tidak ada yang harus pergi karena
Saya tidak mendengar penjelasan yang cukup"
"Yang saya butuhkan adalah cinta"
Adakah Kau menyadari? "Hidup itu singkat, 
mengapa tidak kita berikan kesempatan,
tapi tidak berhasil karena, Sayang, yang kita miliki,
Adalah sebuah api abadi 
yang terus, dan terus membara... "
Detak-detak cinta dibayangi oleh mimpi
Jangan khawatir karena Kau tidak sendirian
Hanya hari-hari yang berjalan tanpa malam
Air mata masih jatuh
Setiap kali Kau mengingat kenangan kita
Aku tidak tahu kapan
Tapi Aku sudah melupakannya
Kau masih berpikir bahwa semuanya 
kosong kecuali cinta
Hujan masih jatuh
Bumi masih berputar
Dan kehidupan tetap berjalan
Dengan, atau tanpamu


XX

**Sebenernya itu disadur dari OST Persona 4, Signs of Love, gue lagi maen gamenya tiba-tiba keluar tuh lagu. Kata-katanya bagus, akhirnya gue terjemahin, gue revisi, dan gue tambahin kata-katanya. Maklum ada writer's block -__- maafkanlah daku ini**

No comments:

Post a Comment